Tips & Trik

Umroh 2020 Mulai Dibuka, Ini Peraturan dan Biaya yang Harus Disiapkan!

31 Oct 2020

Setelah sempat diberhentikan, akhirnya akses untuk menjalani ibadah umroh di Arab Saudi kembali dibuka tanggal 1 November 2020 ini. Meskipun begitu, pastinya ada protokol dan peraturan tambahan yang harus Anda penuhi sebelum melakukan ibadah umroh di zaman pandemi COVID-19 ini.

Arab Saudi sendiri sudah mengeluarkan edaran tentang peraturan ibadah umroh selama pandemi. Isi dari edaran tersebut memuat berbagai peraturan termasuk

  • Akomodasi atau kamar hotel maksimal diisi oleh 2 orang dengan tempat tidur yang berjarak minimal 2 meter.
  • Larangan untuk memberikan konsumsi secara prasmanan.
  • Usia jamaah maksimal 50 tahun dan sudah dinyatakan bebas COVID-19.
  • Proses pendaftaran dikontrol lewat sistem yang sudah disediakan oleh pihak Arab Saudi dan telah dikoordinasikan dengan pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Mengikuti peraturan-peraturan tersebut, tentu saja ada beberapa peraturan tambahan serta penyesuaian biaya yang harus Anda siapkan untuk ikut dalam umroh 2020. Contohnya:

  1. Tiket pesawat pulang pergi:

    Biasanya, harga tiket pesawat sudah masuk ke dalam harga untuk berangkat umroh dan bisa berkisar dari 9 - 14 juta Rupiah tergantung dengan maskapai apa yang Anda pilih.

  2. Akomodasi di Tanah Haram:

    Harga akomodasi biasanya sudah termasuk di dalam harga paket umroh. Biaya akomodasi juga beragam, dari 500 ribu sampai 3 juta Rupiah per-malam sesuai dengan bintang dari hotel yang Anda pilih.

  3. Biaya lain-lain:

    Untuk biaya lainnya seperti manasik, bagasi, mutowif, sampai pembimbing biasanya sudah termasuk ke dalam paket harga dan akan bervariasi antar agen travel umroh.

  4. Visa:

    Biaya visa juga sudah masuk di dalam harga paket yang umumnya ditawarkan oleh para agen travel umroh. Bedanya, jika dulu Anda dikenakan biaya visa progresif sebesar 2000 Riyal (sekitar 7,7 juta Rupiah) sekarang biaya ini sudah dihilangkan. Sebagai gantinya, Anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar 1,2 - 2 juta Rupiah, sesuai dengan ketentuan masing-masing agen travel umroh.

    Baca Juga

    Mengembangkan Usaha - 5 Tips Manajemen Resiko pada Saat Mengembangkan Usaha!

  5. Pembuatan paspor:

    Untuk bepergian ke luar negeri, pastinya Anda akan membutuhkan paspor. Biaya pembuatan paspor sendiri berkisar sebesar 600 ribu - 1,5 juta Rupiah dan biasanya berada di luar harga paket umroh.

  6. Suntik meningitis/influenza:

    Selain paspor, biaya suntik meningitis dan influenza juga berada di luar harga paket umroh. Meski begitu, sebaiknya Anda tetap melakukan suntik meningitis dan influenza agar Anda tidak mudah terserang penyakit ketika sedang menjalani ibadah di tanah suci.

  7. Pengeluaran pribadi:

    Ketika bepergian, tentunya Anda harus membawa biaya tambahan untuk pengeluaran pribadi. Biaya ini nantinya akan dipakai untuk jajan, membeli suvenir, sampai membeli kuota untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah.

 

Dari penjabaran di atas, terlihat kalau ada banyak hal yang harus Anda siapkan untuk menjalani umroh 2020. Karena itu Anda diharuskan untuk membuat perencanaan yang matang sehingga tidak ada hal yang terlewatkan. Selain itu, Anda juga harus mulai menyiapkan dana untuk melakukan umroh di tengah pandemi COVID-19 ini. Selain itu Anda bisa mempertimbangkan Ongkos Naik Haji Plus, Anda bisa mempelajari dulu perbedaannya dengan haji biasa

Namun, Anda tidak perlu khawatir! AMITRA dapat membantu Anda untuk menyiapkan biaya umroh yang Anda butuhkan. Dengan mengikuti pembiayaan umroh dari AMITRA, Anda bisa berangkat umroh terlebih dahulu sebelum melakukan pelunasan. Selain itu prosesnya juga tidak susah! Anda bisa langsung mengajukan pembiayaan umroh hanya dengan bermodalkan KTP dan KK di FIFADA. Mudah bukan?

Gamau ketinggalan informasi terbaru dari FIFGROUP ?

Yuk subscribe Newsletter FIFGROUP

AMITRA

umroh 2020

Share Artikel

Artikel Serupa

Mengembangkan Usaha

13 Maret 2026

5 Tips Manajemen Resiko pada Saat Mengembangkan Usaha!

Manajemen risiko adalah proses penting yang harus dilakukan setiap pelaku usaha untuk memastikan bisnis tetap berjalan stabil dan mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Berikut adalah tips dan langkah-langkah manajemen risiko yang dapat diterapkan saat mengembangkan usaha. Identifikasi Risiko BisnisKenali dan catat semua potensi risiko yang dapat memengaruhi bisnis, mulai dari risiko keuangan, operasional, hukum, hingga reputasi. Proses identifikasi ini bisa dilakukan melalui brainstorming, analisis dokumen, wawancara, atau menggunakan alat seperti SWOT analysis.Analisis dan Evaluasi RisikoSetelah risiko diidentifikasi, lakukan analisis untuk menilai kemungkinan terjadinya risiko dan seberapa besar dampaknya terhadap bisnis. Gunakan matriks risiko untuk memvisualisasikan prioritas penanganan.Evaluasi risiko bertujuan untuk menentukan risiko mana yang harus ditangani lebih dahulu berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya.Kembangkan Strategi Pengelolaan RisikoSusun strategi untuk mengelola risiko yang telah dievaluasi. Pilihan strategi bisa berupa:Menghindari risiko (jika memungkinkan)Mengurangi dampak risiko melalui tindakan preventifMentransfer risiko (misal melalui asuransi)Menerima risiko jika dampaknya minimal dan dapat ditoleransi.Buat dan Jalankan Rencana Bisnis yang MatangRencana bisnis yang jelas dan terstruktur membantu meminimalisir risiko. Sertakan perencanaan keuangan, operasional, dan pemasaran yang detail.Pastikan rencana manajemen risiko menjadi bagian integral dari rencana bisnis.Lakukan Riset Pasar dan Analisis KebutuhanRiset pasar secara berkala membantu mengenali perubahan tren dan kebutuhan konsumen, sehingga bisnis dapat beradaptasi dengan cepat dan mengurangi risiko kegagalan produk atau layanan.Dengan menerapkan beberapa tips manajemen resiko pada saat mengembangkan usaha di atas, Anda sebagai pelaku usaha dapat mengelola resiko dengan lebih baik, meminimalisir dampak negatif dan memanfaatkan peluang yang muncul dalam proses pengembangan usaha. Apabila Anda memerlukan dana dalam mengembangkan usaha, tak perlu khawatir karena FINATRA akan selalu siap untuk bisa mewujudkan mimpi Anda. Untuk informasi lebih lengkapnya silakan kunjungi https://fifgroup.co.id/finatra. Source:https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/8-cara-mengelola-risiko-finansial-bagi-pengusaha-muda  

Haji dan Umroh

12 Maret 2026

Ketahuilah 3 Teknologi yang Mempermudah Jemaah Haji Ini!

Semakin hari kemajuan teknologi semakin pesat dan mampu mempermudah kelancaran aktivitas sehari-hari. Hal tersebut juga berlaku dalam mendukung kemudahan jemaah haji dalam menjalankan ibadahnya. Oleh sebab itu, penting adanya untuk Anda ketahui 3 teknologi di bawah ini yang bisa mempermudah jemaah haji. Teknologi Informasi dan Aplikasi PintarAplikasi "Kawal Haji" yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Indonesia memudahkan jemaah melaporkan permasalahan secara cepat dan efisien selama haji.Aplikasi Nusuk di Arab Saudi menyediakan fitur pengaturan jadwal kunjungan ke Masjid Nabawi dan akses informasi penting lainnya.Aplikasi Tawakkalna memberikan akses langsung ke layanan kesehatan bagi jemaah haji, termasuk pemberitahuan kondisi kesehatan dan akses layanan medis.Aplikasi Satu Haji di Indonesia mengintegrasikan pendaftaran, pelaporan, dan informasi terkait haji dalam satu platform digital untuk kemudahan akses jemaah.Kecerdasan Buatan (AI) dan RobotikaRobot AI Manarah 2 yang melayani jemaah dalam lebih dari 20 bahasa, memberikan informasi waktu nyata dan bantuan di lokasi utama.Smart Enrichment Assistant, aplikasi berbasis AI yang memberikan informasi waktu salat, jadwal imam, dan lokasi kelas agama dalam berbagai bahasa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.Robot pemandu yang membantu jemaah dengan membagikan air, Al-Quran, dan informasi dalam berbagai bahasa.Sistem Manajemen dan Koordinasi TerpaduHajj Command Center (HCC) yang mengintegrasikan data dan informasi secara real-time untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan koordinasi operasional haji.Sistem pengkodean dan penyortiran bagasi untuk memudahkan pengiriman dan pengantaran bagasi jemaah. Teknologi-teknologi ini secara keseluruhan membantu jemaah dalam perencanaan perjalanan, akses informasi, keamanan, layanan kesehatan, dan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji. Meskipun demikian, nilai spiritual dan ketulusan hati tetap menjadi inti dari ibadah haji. Dengan inovasi ini, pelaksanaan haji menjadi lebih terorganisir, aman, dan efisien, serta memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jutaan jemaah setiap tahunnya. Apabila Anda memerlukan bantuan dalam hal pembayaran digital untuk keperluan ibadah Haji, AMITRA akan selalu siap untuk membantu. Dapatkan informasi selengkapnya di https://fifgroup.co.id/amitra. Source:https://inet.detik.com/cyberlife/d-7934396/aneka-teknologi-haji-2025-dari-aplikasi-sampai-ai  

Rumah

11 Maret 2026

Mengenal Tren Rumah Mikro yang Banyak Diminati Gen Z

Tren rumah mikro atau rumah dengan ukuran kecil sekarang sedang naik daun dan banyak diminati khususnya oleh para gen z. Rumah jenis ini mengedepankan gaya hidup minimalis, praktis dan efisien. Ingin mengenal tren rumah mikro lebih lagi? Simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa Itu Rumah Mikro?Rumah mikro adalah rumah dengan ukuran sangat kecil, biasanya kurang dari 50 meter persegi, bahkan ada yang sekitar 30 meter persegi atau kurang. Meski berukuran mungil, rumah ini didesain dengan sangat efisien untuk memaksimalkan fungsi ruang yang ada. Rumah mikro menjadi semakin populer di kalangan Gen-Z karena ingin tinggal dekat dengan pusat kota tetapi harga tempat tinggal sudah menjadi sangat mahal, sehingga mulai muncullah rumah dengan luas tanah terbatas tetapi masih cukup dekat dengan pusat kota Ciri Khas dan Desain Rumah MikroDesain Modern dan Stylish: Meski kecil, rumah mikro dirancang dengan estetika modern dan stylish yang menarik bagi generasi muda.Pemanfaatan Ruang Kreatif: Desain rumah mikro sering menggunakan perabot multifungsi, tangga lipat yang juga berfungsi sebagai penyimpanan, serta konsep split-level untuk memaksimalkan ruang dan pencahayaan alami.Material dan Sistem Berkualitas: Rumah mikro dirancang dengan memperhatikan daya tahan, penggunaan material berkualitas, instalasi listrik dan pembuangan limbah yang baik demi kenyamanan dan keamanan penghuni.Ramah Lingkungan: Ukuran yang kecil membuat rumah mikro lebih hemat sumber daya dan energi, sering dilengkapi dengan teknologi hemat energi seperti panel surya dan sistem pengolahan air. Alasan Tren Rumah Mikro MeningkatKeterbatasan Lahan dan Biaya Hidup: Meningkatnya harga tanah dan biaya hidup membuat rumah mikro menjadi solusi cerdas untuk memiliki hunian dengan biaya lebih terjangkau dan memanfaatkan lahan sempit secara optimal.Gaya Hidup Minimalis: Rumah mikro mendorong pemiliknya untuk hidup sederhana dan memilih barang-barang yang benar-benar dibutuhkan, menghindari penumpukan barang yang tidak perlu.Kebutuhan Hunian di Perkotaan: Urbanisasi dan pertumbuhan populasi yang tinggi menuntut solusi hunian yang efisien dan terjangkau, sehingga micro house menjadi alternatif yang tepat.Fleksibilitas dan Mobilitas: Beberapa micro house di luar negeri bahkan dibuat dengan roda sehingga bisa dipindah-pindah, meski konsep ini masih jarang di Indonesia. Diperkirakan tren rumah mikro ini akan terus berkembang ke depannya, selain itu peminatnya terbilang cukup banyak. Apabila Anda membutuhkan dana cepat untuk merenovasi rumah atau perbaikan rumah khususnya di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang atau Bekasi, DANASTRA siap untuk membantu dalam proses pinjamannya. Simak informasi selengkapnya di https://fifgroup.co.id/danastra. Source:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20240816152741-307-1133915/seperti-apa-sih-tren-hunian-minimalis-untuk-gen-z-dan-millennial  

Motor

11 Maret 2026

5 Perbedaan Motor Karburator vs Injeksi yang Perlu Diketahui!

Penyaluran bahan bakar pada sepeda motor terdiri dari dua sistem yaitu melalui karburator dan injeksi. Kedua sistem tersebut memiliki keuntungan dan kerugian dalam cara kerja dan dampaknya terhadap performa mesin motor. Sehingga penting adanya untuk mengetahui perbedaannya. Simak beberapa informasi di bawah ini yang akan membahas mengenai perbedaan dari kedua sistem penyaluran bahan bakar tersebut. Efisiensi Bahan BakarMotor dengan sistem injeksi bahan bakar cenderung lebih efisien dibandingkan dengan motor yang menggunakan karburator. Sistem injeksi memungkinkan kontrol yang lebih presisi terhadap jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke dalam ruang bakar. Hal ini menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan penggunaan bahan bakar yang lebih optimal.Sebaliknya, pada motor karburator, pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam karburator sebelum masuk ke ruang bakar, yang mungkin tidak selalu memungkinkan dosis bahan bakar yang optimal untuk setiap kondisi berkendara. Respon Terhadap AkselerasiMotor dengan sistem injeksi biasanya memberikan respons yang lebih cepat terhadap akselerasi dibandingkan dengan motor karburator. Sistem injeksi memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap waktu penyemprotan bahan bakar sehingga sepeda motor dapat merespons dengan lebih cepat saat Anda menambah gas. Hal ini menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih responsif dan dinamis.Sedangkan, motor karburator mungkin mengalami sedikit keterlambatan dalam memberikan tenaga saat akselerasi, karena waktu yang diperlukan untuk proses pencampuran udara dan bahan bakar di dalam karburator. Kemudahan dalam Perawatan Motor dengan sistem karburator umumnya dianggap lebih mudah dan murah perawatannya. Karburator memiliki desain yang sederhana sehingga Anda dapat melakukan penyetelan dan perawatan dengan relatif mudah.Di sisi lain, meskipun motor injeksi memiliki keunggulan dalam efisiensi dan kontrol yang lebih baik, perawatan dan perbaikannya mungkin memerlukan pengetahuan teknis dan peralatan khusus. Namun, teknologi injeksi bahan bakar terus berkembang, dan semakin banyak bengkel yang mampu memberikan layanan perawatan motor injeksi. Ketahanan Terhadap Cuaca EkstremMotor dengan sistem karburator mungkin lebih tahan terhadap cuaca ekstrem atau kondisi lingkungan yang tidak stabil. Karburator tidak terlalu rentan terhadap gangguan elektronik atau sensor yang dapat dipengaruhi oleh cuaca buruk.Sementara motor injeksi, karena bergantung pada teknologi sensor dan komputer, mungkin lebih rentan terhadap gangguan akibat air atau suhu ekstrem. Ini perlu dipertimbangkan oleh Anda yang sering berkendara dalam kondisi cuaca yang tidak stabil atau ekstrem. Performa pada Dataran TinggiMotor dengan sistem injeksi cenderung memberikan performa yang lebih konsisten pada ketinggian tinggi. Sistem injeksi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan udara di ketinggian tertentu, memastikan campuran udara dan bahan bakar tetap optimal.Sebaliknya, motor karburator mungkin mengalami penurunan performa karena penyesuaian campuran udara dan bahan bakar yang kurang efisien pada ketinggian tinggi. Ini membuat motor injeksi menjadi pilihan yang lebih cocok untuk Anda yang sering berkendara di daerah pegunungan atau ketinggian tinggi. Ketika Anda sudah mengetahui dari perbedaan sistem pembakaran tersebut, tentu tinggal cocokan saja kepada kebutuhan yang diperlukan. Apabila Anda sudah memutuskan untuk kredi motor yang diinginkan, khususnya yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, FIFASTRA siap membantu Anda dalam pembiayaannya. Dapatkan informasi selengkapnya pada https://fifgroup.co.id/fifastra/. Source:https://www.jba.co.id/id/news/perbedaan-motor-injeksi-dan-karburator